JAKARTA, - Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Negara Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, pinjaman luar negeri Indonesia tidak akan bisa hilang, justru bakal terus bertambah.
"Jadi sepanjang APBN masih defisit akan terus ada tambahan utang. Begini, saya perkirakan pinjaman luar negeri pun tidak akan hilang sama sekali," tutur Rahmat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat ( 29/6/2012 )
Rahmat mengeatakan, para lembaga pemberi utang, seperti Asian Development Bank (ADB), World Bank dan Islamic Development Bank selain memberikan pinjaman uang, mereka juga memberikan suatu Technical Assintance untuk menangani isu-isu tertentu di Indonesia.
"Seperti, bagaimana membangun infrastruktur pedesaan dan menanggulangi masalah korupsi," ujarnya yang baru saja terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2012 .
Dirinya mencontohkan, negara maju seperi China pun masih memerlukan bantuan pinjaman dari lembaga keuangan internasional. "Mereka (China) pun butuh keahlian dari lembaga-lembaga internasional (Technical Assisntance). Pihak lembaga pemberi pinjaman akan memberikan rekomendasi untuk apa saja pinjaman tersebut guna pembangunan. Jadi sulit untuk terlepas dari utang," tambahnya.
Berdasarkan Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Pemerintah Tahun 2011 , pemerintah Indonesia memperolah memperoleh tiga hibah dari ADB dalam bentuk Technical Assistance sebesar








Posting Komentar