Jakarta Gubernur Maluku Utara (Malut) Thaib Armaiyn tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Sebab Sail Morotai tinggal 2 bulan lagi digelar, namun persiapan belum sampai 50 persen.
"Jika dibanding dengan sail-sail sebelumnya, kita memang benar-benar dari nol. Jika di tempat lain sarana dan prasarana sudah ada, maka di sini benar-benar membangun dari awal," kata Thaib saat meninjau lokasi lapangan utama Morotai Sail di Pulau Morotai, Selasa (3/7/2012).
Pantauan detikcom di pulau paling utara di Malauku ini ada benarnya seperti yang diucapkan sang gubernur. Contohnya fasilitas akomodasi hotel masih sangat minim. Hanya ada 2 hotel yang memiliki AC, yaitu Pasific Inn dan Morotai Inn. Namun jangan dibayangkan hotel sesungguhnya. Jika dibandingkan dengan Jakarta, maka 2 bangunan itu hanya setara dengan kos-kosan mahasiswa.
"Akomodasi sedang kita bangun, saat ini kami mendorong homestay, rumah penduduk yang disulap menjadi rumah penginapan," beber Thaib.
Untuk masalah sinyal HP dan internet, pengunjung pun harus siap-siap dibikin pusing sebab sinyalnya putus nyambung. Belum lagi masalah listrik yang dalam sehari bisa mati hingga tiga kali. Begitu juga dengan sarana air bersih yang masih susah didapat.
Sarana infrastuktur jalan pun masih minim. Jalur utama hanya sepanjang 3 km dengan perkampungan penduduk di kanan-kirinya. Sarana transportasi lokal mengandalkan becak motor (bentor).
Namun apa kata Thaib atas segala tantangan ini?
"Prinsip, suka tidak suka, mau tidak mau, harus selesai dan terlaksana program ini. Ini kesempatan emas bagi Maluku Utara untuk mengenalkan diri ke dunia luar," kata Thaib optimis.







