Menurut Direktur Strategi dan Portofolio Utang Kementerian Keuangan Scenaider CH Siahaan, rasio utang terhadap PDB Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara maju. Contohnya, Jepang yang mencapai 200% terhadap PDB dan AS yang mencapai 70%-80% terhadap PDB.
"Indonesia kurang dari 25 persen, sekarang 24 persen. Kalau kita lihat dari indikator, ini menunjukkan Indonesia dalam kondisi sangat mampu dalam melunasi kewajibannya," tuturnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (29/6/2012).
Scenaider menyatakan, kunci utama agar utang dapat terkendali adalah perencanaan yang baik dari mulai penentuan besar surat utang yang akan diterbitkan, menetapkan nilai tukar, dan jatuh tempo.
"Kalau kita mengubah term and condition berarti mencabut omongan kita, itu tidak konsisten dalam pengelolaan utang," ujarnya.
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto menyatakan sampai saat ini tidak ada masalah terhadap utang karena rasio PDB tersebut yang masih rendah.
"Yang penting GDP masih cukup rendah, paling rendah dibandingkan negara-negara berkembang dan maju dan utang kita itu juga jangka panjang," tandasnya.
Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu per Mei 2012, total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp1.944,14 triliun, naik Rp140,65 triliun dari posisi di akhir 2011 yang nilainya Rp1.803,49 triliun.
Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah pada Mei 2012 mencapai US$203,26 miliar. Jumlah ini naik dari posisi pada akhir 2011 yang mencapai US$198,89 miliar. Utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman Rp639,88 triliun dan surat berharga Rp1.304,26 triliun.
Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Mei 2012 adalah bilateral Rp392,37 triliun, multilateral Rp24,55 triliun, komersial Rp221,33 triliun, dan supplier Rp480 miliar, dan pinjaman dalam negeri Rp1,15 triliun.
Sedangkan total surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah sampai Mei 2012 mencapai Rp1.304,26 triliun, atau naik dibandingkan posisi pada akhir 2011 yang sebesar Rp 1.859,43 triliun.
Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:
- Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
- Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
- Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
- Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
- Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
- Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
- Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
- Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
- Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
- Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
- Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
- Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
- Mei 2012: Rp 1.944,14 triliun (26,9%)
(nia/dru)